KarenaIbu, Aku Pun Bisa Menikmati Tubuh Montok Adikku. Pagi harinya saat aku bangun ibuku sudah tidak ada di sebelahku,dan kemudian aku berpakaian dan menuju dapur mencari ibuku, dan kulihat ibuku tengah menyiapkan sarapan bersama adikku yang masih SMP. Aku bingung dan segan karena ibuku seakan-akan malam tadi tidak terjadi apa-apa di antara Saatmalam sebelum tidur, aku kembali menyusu. Ibuku selalu menurunkan dasternya sedada dan membiarkan aku menghisap payudaranya sampai aku tertidur pulas. Seringkali aku tertidur dengan pentil ibu yang masih ada dimulutku. Jika malam-malam terbangun, aku juga akan selalu menyusu pada ibuku untuk menghilangkan haus. Plis Ma, minta air susunya mama! SIAPA YANG tidak kenal Ayap di SMA YPBS Cowok dengan tinggi 175 cm, berat badan 67 kg, berwajah ganteng, rambutnya lurus, tidak lepek, dan selalu berpenampilan menarik ini membuat banyak cewek terpesona lantas jatuh hati.Jika dia berjalan di koridor, nyaris semua pandangan tertuju padanya. Bukan hanya karena ketampanannya mereka terpaku, tapi karena tubuhnya CERITADEWASA PUNYA IBU TIRI ITU TERNYATA ENAK. Bokep Jepang September 24, 2018. FilmBokepJepang - Namaku Kemal, lahir di kota Tegal 25 tahun yang lalu. Aku menyelesiakan kuliah di fakultras kedokteran 3,5 tahun yang lalu, dilanjutkan dengan praktek asisten dokter (koas) selama setahun dan kemudian mengikuti ujian profesi dokter. CeritaSex Hijab PNS Payudara Montok. 👉 NOVELBASAH 💦 Pertama kali aku kenal dengan ibu Farida ketika dinas tempatnya bekerja mengerjakan beberapa proyek bersama dengan tempatku bekerja. ibu Farida berusia sekitar 40 tahun, dengan postur tubuh yang sangat luar biasa (untuk orang seumur itu). tingginya sekitar 165cm, dengan badan yang sangat montok. Akuterus mengoyang ibu sambil terus mengisap susu dan mencium bibirnya. Lama_lama ibu terlihat sudah tidak tahan, apalagi kontol aku juga cukup besar. "Azhar,,, ibu mau sampai !! teriak nak yang keras" katanya "Ouuhhhh Ibu,, Azhar juga mau keluar" teriakku karena kurasakan kontolku sudah terasa berdenyut tanda aku juga mau klimak "ouuuhhhh !! teriak ibu sambil memeluk badankku erat-erat dan menjepit kedua pahaku dengan pahanya. . Poker Online – Namaku toni adi nugroho, umurku 17 tahun, aku sekolah d salah satu SMA di surabya. Aku anak tunggal di keluargaku, kadang rasanya sepi karna tidak mempunyai saudara. ayahku kerja di salah satu rumah sakit d surabaya, dan ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Aku ingin berbagi cerita tentang aku dan ibuku, umur ibuku 38 tahun, dia adalah ibu terbaik di dunia ini. di usia ibuku yang 38 tahun dia masih terlihat cantik. Awalnya aku gak ada pikiran ingin melakukan hal gila kepada ibuku, semua berawal ketika aku gak sengaja melihat ibuku yang sedang mandi, waktu itu aku pulang lebih cepat dari biasanya karna guru-guru di sekolah ada rapat. mungkin karna ibuku mengira bahwa di rumah gak ada siapa-siapa jadi dia gak menutup pintu kamar mandi dengan rapat. Ketika melihat pintu kamar mandi yang sedikit kebuka jadi muncul pikiran untuk mengintip ibuku yang sedang mandi. tubuh ibuku yang putih mulus dan buah dada yang besar serta bokong yang montok membuat kontolku menjadi tegang. karna terlalu fokus pada tubuh ibu, tanpa sengaja aku mendorong pinntu kamar yang gak tertutup rapat itu sehingga aku tersungkur masuk kedalam kamar mandi tempat ibu mandi, ibu yang lagi asik mandi pun terkejut. “toni, kamu ngapain??” tanya ibu dengan ekspresi bingung. ”enggak mah, ini tadi ada tikus trus mau toni usir” karna bingung jadi aku asal menjawab. kemudian aku pun langsung lari ke kamar. di dalam kamar aku masih terus memikirkan tubuh ibuku yang seksi itu, aku pun coli dengan membayangkan tubuh telanjang ibu yang kulihat tadi.. beberapa jam kemudia ibu memanggilku. “toni… cepet turun makan dulu” teriak ibuku dari bawah.. aku pun langsung turun untuk makan siang, karna tenagaku habis untuk coli aku jadi sangat lapar. aku pun makan bersama ibu. ketika lagi asik menyantap makan siangku ibu melontarkan pertanyaan yang mengagetkanku. Poker Online – ” toni tadi km ngapain d kamar mandi pas mamah lagi mandi ? km ngintip mamah ya?” tanya ibu padaku. mendengar pertanyaan ibu aku pun jadi kaget dan tersedak. “uhuk,, egak kog mah, tadi itu ada tikus masuk rumah gede banget terus mau toni usir,eh toni malah kepleset jadi masuk deh ke kamar mandi.” kataku berusaha mencari alasan. ”kamu tuh pinter cari alasan, sebenarnya tadi km ngintip mamah mandi kan? Hayo ngaku” tanya ibuku denga nada yang leibih keras. “iya toni tadi ngintip mamah lagi mandi” jawabku dengan perasaan takut. “km nakal ya.. berani ngintip mamah mandi” “abisnya mamah sih pintu kamar mandi gak di tutup rapat, kan jadi kelihatan mamah lagi mandi” jawabku. “ya kan tadi mamah kira gak ada orang di rumah, lagian kamu gak seperti biasanya pulang cepet”. Kata ibuku. “iya ini tadi guru-guru di sekolah ada rapat, jadi pulangnya cepet” “lain kali jngan ngintip mamah lagi ya” jelas ibuku “iya mah, oya mah tadi itu tubuh mamah seksi bnget” sindirku kepada ibuku. “heh.. km ngomong apa, masih kecil udah ngomong seksi-seksi.” Balas ibuku. “yeee mamah, aku udah 17 tahun kali mah, udah gede” jawabku dengan cemberut. “oohh anak mamah ternyata sekarang udah besar ya…… udah tau yang seksi-seksi” “hehehehe…. iya dong mah’’ Setelah selesai makan akupun keluar karna sudah ada janji dengan temanku untuk menemaninya membeli kaset DVD dan aku juga membeli satu. Setiap malam aku selalu menyempatkan diri untuk belajar ya walaupun terkadang cuma membolak balik buku aja hehehehe. Kemudian aku teringat dengan kaset DVD yang baru aku beli tadi siang. Aku mengambil bungkusan yang sejak tadi siang aku letak kan di atas meja. Aku membeli film horor, judulnya “pocong pocong srigala”. Aku pun berfikir untuk menonton bersama ibuku, “kayaknya asik nih nonton sama mama” pikirku dalam hati, kemudian aku pun pergi kekamar ibuku untuk mengajaknya nonton film horor bersamaku. Sampainya di depan pintu kamar ibuku aku mendengar suara ibuku yang sedang mendesah keenakan seperti yg sering aku lihat di film-film bokep, kemudian aku mengetuk pintu kamar ibuku. Poker Online – “mah, mamah…. aku boleh masuk?” tanyaku dari luar kamar ibuku. “sebentar toni, mamah lagi ganti baju” jawab ibuku. Setelah beberapa saat ibuku pun menyuruhku masuk kedalam kamarnya. “ada apa?” tanya ibuku. “ini, toni baru beli film horor mah, mau gak nonton bareng sama toni?” jawabku ’iya boleh, sini nonton bareng sama mamah” jawab ibuku Kemudian aku memasukan kaset ke DVD player yang ada di kamar biuku, setelah memasukkan kaset tersebut kemudian aku pun naik ke tempat tidur ibuku, aku duduk di saping ibu. Kami berdua asik menonton film yang sangat2 tidak menegangkan itu sampai tiba-tiba ada adegan yang mengejutkanku, spontan aku pun langsung memeluk ibuku dan ibuku hanya tertawa melihat aksiku itu. “iiihh… mamah kog ketawa sih.” Kataku dengan agak kesal “kamu lucuh sih, udah besar kok masih takut. Hehehe” jawab ibuku sambil tertawa kecil. “mamah kan tau sendiri aku paling takut sama pocong” kataku “ya udah, sini duduk di depan mamah, biar mamah peluk biar kamu gak takut lagi” kata mamku sambil menarik tanganku untuk duduk di depanya. “apaan sih mah, kayak anak kecil aja” jawabku dengan sedikit kesal. “udah gak apa-apa, kan kamu emang masih kecil. Hehehe” Aku pun menuruti perkataan ibuku dan duduk di depannya. Dia memelukku dari belakang, pelukannya benar-benar terasa hanngat, sudah lama aku gak merasakan di peluk ibuku seperti ini. Harum tubuh ibuku, susunya yang besar seperti mengganjal d punggungku membuatku jadi memikirkan hal yang aneh-aneh di tambah ibuku hanya memakai piyama dan terlihat paha nya yang putih mulus karena tidak tertutupi piyama yang ibuku pakai. Aku jadi tidak konsen menonton filmnya, pikiranku semuanya benar-benar telah tertuju pada sosok perempuan yang sedang memelukku, tanpa sadar tanganku mulai bergerak mengelus-elus paha ibu yang putih dan mulus itu, ibuku pun kaget, mungkin dia merasa geli kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya, tapi tanganku tetap kembali mengelus paha ibuku. Poker Online – “toni.. kamu ngapain sih, geli tau..” kata ibuku “paha mamah halus, jadi enak klw di elus-elus” jawabku Ibu kemudian menyingkirkan tanganku dari pahanya lagi, tpi setiap tanganku di singkirkan dari pahanya tanganku pun kembali lagi sampai akhirnya ibu membiarkan tanganku mengelus-elus pahanya yang mulus itu. Di tambah lagi ada adengan panas di film horor tersebut yang membuat pikiranku membayangkan hal-hal yang bukan-bukan. Ketika tanganku sedang asik mengelus-elus paha ibuku dan mataku fokus ke layar tv tiba tiba tangan ibuku menutupi mataku. “anak kecil gak boleh ngelihat yang kayak gini” kata ibuku sambil menutup mataku. “apaan sih mah, aku kan udah besar mah.” Jwabku sambil berusaha menyingkirkan tangan ibuku. “kamu udah pernah ya nonton adegan kayak gitu?” tanya ibuku. “udah dong mah”jwabku. “hahahahahahaha” ’kog mamah malah ketawa sih?” tanyaku “gak apa-apa. Itu berarti anak mamah udah besar, udah tau yang kayak begituan” jawab ibuku sambil menunjuk adegan di film horor yang kami tonton. “tapi jangan sering-sering ya nonton film kayak gitu” lanjut ibuku. “iya mah. Kataku Cerita Ngentot Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Kami pun melanjutkan menonton film horor itu, susu ibuku yang besar yang menempel di punggungku membuat kontolku semakin tegang dan ingin rasanya memegang susu ibu yang indah itu. Poker Online – “mah, susu mamah kog besar banget sih.” Kataku sedikit usil “hahaha, kamu nih toni bisa aja, kebanyakan nonton film begituan sih jadi pikiran km jorok” celetus ibuku sambil tertawa kecil. “tapi susu mama beneran besar, tersa banget di punggung toni’’ “toni mau pegang susu mamah?” tanya mamaku Aku kaget mendengar apa yang barusan di katakan ibu kepadaku. “beneran mah boleh pegang?” tanyaku untuk memastikan. ’iya boleh, kan dulu waktu kamu masih kecil sering kamu pegang”kata ibuku “ya itu kan waktu aku masih kecil” kataku, walaupun aku sebernya gk ingat kalau pernah megang susunya ibuku waktu masih kecil, mungkin ketika aku masih bayi. “mau pegang apa egak?” kata ibuku lagi “i iya mah, mau” Aku pun menggerakan tanganku agar bisa sampai ke gunung kembar yang sangat indah itu, ketika tanganku menyentuh susu ibuku jantungku jadri berdetak kencang, susu ibuku benar-benar lembut dan kenyal enak banget rasanya ketika di pegang dan membuat kontolku semakin tegang.. “mah, eeeemmmm boleh gak aku lihat susu mamah’’pintaku Ibuku tidak menjawab dia langsung membuka piyamanya dan membuat susu ibuku yang indah itu terlihat dengan jelas, aku pun meremas-remasnya, ibuku juga terlihat menikmatinya, aku gak nyangka bakalan bisa merasakan hal yang seperti ini. ’toni..”panggil ibuku “iya mah” jawabku sambil trus meremas-remas susu ibuku. “kamu boleh kog nyusu sama mamah lagi kalau kamu mau” katamamu. Poker Online – Aku kembali terkejut mendengar perkataan ibuku, bisa merasakan memegang susunya aja aku sudah seneng banget dan sekarang aku boleh menyusu padanya. “beneran mah?” tanyaku lagi “iya sayang” kata ibukut Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyusu pada ibuku, aku mengemut-emut punting susnya yang berwarna sedit merah jambu itu, aku menjilat-jilatinya. Ibuku sangat menikmati aksiku itu “oohh… toni… trus sayang. Trus…” “iya mah. Iya, susu mamah enak bnget” kataku smbil trus menjilati punting susu ibuku Tanganku yang satunya pun sepertinya tidak sepertinya juga tidak mau diam saja, aku mengarahkan tanganku yang kiri untuk sampai ke tengah-tengah selangkangan ibuku, sampai akhitnya aku menyentuh sesuatu yang lembab dan lengket, mungkin itu cairan yang keluar dari dalam memek ibuku. “toni!! “ triak ibuku “iya mah, maaf mah” aku kaget sambil menyingkirkan tanganku dari memek ibuku. “gak apa-apa sayang, trusin aja kalau kamu mau, gak apa-apa” “iya mah” aku pun meruskan aksiku memegangi memek ibuku ’ooohhh. Sssss aahhhh enak sayang. Masukin jari kamu sayang kedalam memek mamah” Aku menuruti permintaan mamah dan memasukan jariku kedalam memeknya, sambil terus menjilati punting susu ibuku. “mah, boleh gak toni cium bibir mamah” tanyaku “boleh sayang.”kata ibu Aku langsung mencium bibir ibuku, rasnya sungguh nikmat hangat dan lembut, lidah kami pun beradu dan air liurku dan ibuku bercampur menjadi satu, ibuku benar-benar kisser yang handal, dia menguasai permainan ciuman ini, aku pun tidak ingin kalah dan membalas keganansan ciuman ibuku dengan penuh semangat dan nafsu. Mungkin ciuman itu berlangsung sekitar 3 menit dan kemudian ibuku berhenti menciumku dan dia langsung memelukku. Pelukan ibu benar-benar tersa sangat hangat. Ibu mendekatkan bibirnya keteingaku dan berbisik kepadaku. Poker Online – “sayang, kamu mau gak puasin mamah malam ini, mamaf udah gak tahan ingin di puasin malam ini, mamah ingin ngentot sama kamu sayang” kata ibuku Mendengar bisikan ibu membuat ku semakin bernafsu dan kontolku semakin tegang dan mengeras. “iya mah, toni mau muasin mamah malam ini, toni akan berikan yang terbaik untuk amamh dan mamah pasti akan puas.” Jawabku. Cerita Porno Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Sesaat kemudian ibuku melepaskan pelukanya, kemudian dia membuka piyamanya. Tubuh ibu yang putih mulus dan sexi yang aku lihat tadi siang ketika ibu lagi mandi kini berada di depanku dan telihat dengan jelas betapa indahnya wanita di depan hadapanku ini. Dua buah susu yang menggantung dan memek tembem yang di tumbuhi bulu halus membuat nafsuku semakin menjadi-jadi. Tanpa di komandoi ibuku aku langsung menciumi memek ibuku, menjilati klitoris ibuku. Rasanya sangat nikmat, terasa asin dan gurih hehe. “oohhhh. Aaahhhh enak sayang. Trusin sayang .. ooohhhhh” kata ibu sambil mendesah menikmati permainan mulutku. “sayang kamu kog pinter banget sih, kamu udah pernah ML ya. Ohhh sssssttt ahhhh” tanya ibuku sambil mendesah dan menjambak rambutku. “hehehe. Iya mah” jawabku sambil nyengir. “enak bnget sayang. Trusin sayang, masukin jari kamu sayang di kocok yang kenceng sayang” kata ibu Poker Online – Aku pun menuruti perintah ibuku, ibu terlihat sangat menikmati tubuhnya bergerak-gerak karna gerakan tanganku di dalam memeknya. Beberapa saat kemudian aku menghentikan aksiku karna aku gak mau ibu orgasme duluan sebelum aku memasukkan kontolku kedalam memeknya yang tembem itu. “mah, emutin kontolnya toni dong” pintaku “iya sayang, sini mamah emutin” jawab ibuku Kemudian aku membuka baju dan celanaku, kontolku yang selama itu terkurung di balik celanaku akhirnya bisa keluar dan bebas. Aku berdiri d depan ibuku. “kontol kamu besar banget toni, kontol papah aja kalah, hehe” kata ibuku “iya mah, dengan kontol ini toni akan puasin mamah” balasku Kemudian ibu langsung menjilati ujung kontolku dan memasukkannya kedalam mulutku, aku baru kali ini merasakan kontolku di emut oleh perempuan, ya walupun sering ML sama pacarku tapi dia gak mau ngemuti kontolku, rasanya sungguh nikmat, “ahh. Enak mah, sambil d kocok mah kontolku” kataku “iya sayang” balas ibuku Ibuku pun melakukan apa yang aku perintahkan. Ibu sangat pintar dalam hal menyepong kontol, mungkin karna sering melakukanya dengan papah. Sekitar 4 menit ibuku mengemuti kontolku yang lumayan besar ini ya walaupun gk sebesar kontol orang barat. Hehe ’sayang masukin dong kontol kamu ke memek mamah, mamah udah gak tahan sayang” pinta ibuku. “iya mah, toni masukin”jawabku Poker Online – Aku pun mundur sedikit kebelakan, posisi ibuku tidur terlentang sambil kedua kaki di buka mengkangkang, gak tau d tempat kalian bahasanya apa. Aku mulai memainkan kontolku, aku tepuk-tepukkan kontolku kememek mamah, aku gesek gesekan kontolku ke klitorinya, mamah semakin bernafsu, nafasnya semngakin terengah-engah. “sayang cepetan di masukin, jngan buat mamah menunggu lama sayang” kata ibuku Aku pun memasukkan kontolku ke memek ibuku, walaupun ibu berumur 38 tahun tapi memeknya masih sempit, mungkin karna ibu sering melakukan perawatan terhadap memek nya, setelah berusaha sedikit keras akhirnya kontolku pun bisa masuk kedalam memek , ibuku, rasa hangat yang menyelimuti kontoku, rasa basah becek yang aku rasakan ketika kontolku masuk kedalam memek ibu membuatku semakin bernafsu, sambil menggenjot ibuku, akupun meremas-remas kedua buah susu ibu yang sangat besar itu, “ahhhh.. ssssss ohhhhhh enak bnget sayang, trus genjot yang kenceng sayang, yang kenceng ahhhh. “ desahan yang sangat erotis membuatku semakin bersemangat. PLOK PLOK PLOK PLOK. Begitulah kira kira suara ketika kontolku beradu dengan memek ibu. “mah enak gak mah, nikmat gak mah, mamaf puas gak?”tanya ku sambil terus menggenjot memek ibu. “aaaahhh,, iya sayang, enak banget, nikmat banget, puasin mamah trus sayang. Ahhhh oohhh ssssstt aahhh..” kata ibuku sambil tak henti-hentinya mendesah. “iya mah, malam ini akan menjadi malam terindah untuk mamah, toni akan puasin mamah sampai maksimal” kataku Cerita Sex Kenangan Malam Indah Dengan Ibuku – Setelah beberapa menit aku menggenjot dan mulai kluar kringan d tubuhku dan tubuh ibuku, aku pun berhenti dan meminta ibu untuk bertukan posisi. Kali ini aku minta posis WOT. “mah capek nih, tukar posisi dong, mamah diatas ya, gantian mamah yang genjot”kataku “iya sayang.”kata ibu Poker Online – Kemudian ibu bangun dari tidur terlentangnya dan aku yang gantian tidur terlentang. Ibu mulai menaikiku dan memasukkan kontolku kedalah memeknya. “aahhhh.. sayaaaanggg…” desah ibuku sambil nenggenjot. “enak mah, terusin mah. Enak” kataku Mamah sangat bersemangat, dia menggenjot kontolku dengan penuh nafsu. “enak sekali sayang, aaahhhhh ohhhhhhhh. Kamu bner-bener pinter muasin mamah sayang”kata ibu sambil trus menggenjot dan mendesah. “iya dong mah, kan toni udah janji akan muasin mamah malam ini” Sudah sekitar 16 menit kami ML dan kamu belum juga mencapai puncak, ternyata ibuku juga tahan berlama-lama. Mungkin dia tidak ingin mengakhiri kesenangan dan kenikmatan ini dengan cepat begitupun aku, aku berusah untuk tetap tahan dan tidak keluar duluan, karna aku masih ingin trus menikmati memek ibu yang tembeh nan indah itu, sambil ibu menggenjot akupun sambil meremas-remas susunya. Karna ibu terlihat sudah capek kamipun berganti posisi seperti semula, ibu d bawah dan aku yang menggenjot. Kali ini kontolku bisa masuk dengan mudah ke dalam memek ibu karna memek ibu suadah sangat basah dan ada sedikit ledir yang keluar dari dalam memek ibu “sayang, genjot yang cepet trus sayang, bentar lagi mamah mau kluar” kata mamah sambil mendesah tanda bahwa dia sangat menikmati permainan ini “iya mah, toni juga udah mau keluar.” Kataku Poker Online – Akhirnya setelah 20 menit kami melakukan permainan ini, buku pun orgasme “mamah keluar duluan sayang. Ahhhhhhhh ooohhhhh sssssssttttt” desahan ibu terdengar lebih keras tanda dia sudah keluar, tangannya mencengkram bantak yang ada di sampingnya denga kuat dan tubuh ibu menggeliat. Semprotan cairan dalam memek mamah menerpa kontolku, begitu hangat dan nikamt membuatku juga sampai ke puncak permainan “mah toni mau keluar juga nih, toni keluarin di dalam memek mamah ya” kataku “iya sayang keluarin, keluarin di dalam memek mamah yang banyak sayang” kata ibu “mah aku kluar, aku kluar, ahhhhhhh” Akhrinya spermaku menyembur keluar masuk kedalam memek mamah dan menembus rahimnya, rasanya nikmat sekali ketika menyemburkan sperma kedalam memek. ibu pun menggeliat ketika semburan spermaku menusuk di dalam memeknya. Aku pun menarik keluar kontolku dan ketika aku menarik keluar kontolku mengalir sedikit lelehan spermaku yang aku keluarkan di dalam memek ibuku. Ibu terkapar lemas dengan nafas berat dan terengah-engah. Aku juga terkapar di samping tubuh ibu, aku mencium bibir ibu dengan lembut dan dia juga membalas ciumanku dengan lembut juga “makasih ya sayang, mamah bener-bener puas malam ini” kata ibuku “iya mah, toni juga puas banget” jawabku. Poker Online – Beberapa saat kemudian aku memakai bajuku dan ibu juga memakai piyamanya kembali, tanpa sadar ternyata film horor yang kami tonton sudah berakhir, laku aku keluar dari kamar ibu sambil membawa kaset film horor yang kam tonton setenganya tadi. Sebelum sempat aku keluar kamar, ibu memanggilku. “toni..” panggil ibuku “iya mah” jawabku sambil menoleh ke arah ibu “kejadian malam ini jangan bilang papah ya sayang.” Kata ibuku “iya mah, toni janji akan jaga rahasia” kata ku “makasih sayang, mamah puas sekali, mmuuaaacchh.” Kata mamaku sambil memberikan kiss bye Aku hanya tersenyum dan beranjak meninggalkan kamar ibu. Sampainya di kamarku aku terdiam sejenak dan berfikir “kenapa ibu tadi bisa ML sama aku ya” pikirku dalam hati, ah sudah lah mungkin ibu merasa kesepian karna papah slalu pulang larut malam yang penting malam inia ku puas dan menjadi malam terbaiku… Ini adalah kisah antara Wawan dengan bundanya yang begitu lembut dan KristaHujan turun lebat sekali hingga membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas. Wawan berusaha keras untuk melihat jalanan di depannya. Bundanya, Krista, duduk di kursi sampingnya mengintip keluar berusaha menembus derasnya hujan yang turun. Setiap beberapa saat, Krista menoleh dan memandang ke luar jendela belakang selama beberapa detik kemudian melihat kembali ke depan.“Bunda berharap bahwa mereka baik-baik saja,” ia bergumam.“Oh, mereka akan baik-baik saja Bunda,” kata Wawan, dalam hati ia berharap bahwa ia keluarga Wawan sedang berlibur di daerah pegunungan saat itu. Tony ayah Wawan, Kania adiknya Krista, dan adik kecil wawan, Marsya berada di mobil kedua di belakang mereka. Mereka memakai dua mobil karena Kania harus pulang pada hari Selasa. Sedangkan Wawan, Krista, Tony, dan Marsya berencana untuk pulang hari Jumat mereka keluar tadi pagi, memang sudah mulai gerimis, tapi tak lama kemudian berubah menjadi hujan yang lebat. Hujanterus mengguyur dengan derasnya sepanjang pagi dan membuat perjalalanan mereka mejadi agak lalu berhenti di tukang jual bensin pertama yang dapat mereka temui sekitar pukul dua belas. Mereka lalu mengisi bahan bakar dan makan bekal yang mereka mereka melanjutkan perjalanan, Kim ingin si kecil marsya semobil dengannya. Kania sangat menyukai keponakannya yang baru perjalanan hanya sekitar satu jam lagi sebelum mereka sampai di tempat tujuan. Mereka pikir memisahkan Marsya yang berumur satu bulan dengan ibunya tidaklah masalah. Karena tak sabar ingin sampai tujuan, Wawan dan Krista yang semobil melanjutkan perjalalan lebih dulu dari pada Tony dan yang melirik arlojinya, sudah sekitar satu jam sejak mereka berhenti tadi.“Wawan pikir tadi lihat Ayah matiin lampu mobilnya,” katanya, memperlambat lalu mengarahkan mobilnya keluar dari jalan besar menuju jalan yang lebih kecil.“Hati-hati nyetirnya wan, liat jalan yang bener ya” bundanya mengingatkan, “jangan sampe kejebak lumpur-lumpur… ntar nggak bisa keluar lagi”“Ok Bun,” ia tertawa menyusuri jalan sampai mereka tiba di sebuah jembatan reyot. Wawan menghentikan mobil, lalu keluar dari mobil dan berjalan ke arah jembatan dan melihat ke bawah. Sungai, yang biasanya tenang dan lambat sekarang menderu dalam, berlumpur. Gelombang air menabrak tiang jembatan. Mereka tampak agak rapuh, tetapi mereka sepertinya masih cukup kuat.“Bagaimana wan?” “Heh…” Wawan agak terkejut, tidak tahu bundanya telah di belakangnya.“Bisa dilewatin nggak kia-kira wan?”“Eh, Kayaknya bisa Bun,” ia bergumam, “Kalo menurut Bunda?”“yah kayaknya sih bisa,” Kata Krista, “Rasanya cukup kokoh.”“Oke, kita coba Bun,”.“Haduh Bunda basah kuyup deh” Bundanya tertawa saat mereka kembali ke mobil, “Bunda nggak sabar untuk sampai ke pondok dan nyalain perapian.”“Siap-siap Bunda” kata Wawan, memasukkan gigi satu dan perlahan-lahan menuju ke tampaknya kokoh ketika mereka di atasnya. Jembatannya kira-kira cuma sepanjang lima belas meter, tapi butuh mereka dua atau tiga menit untuk sampai tiba-tiba, tanpa peringatan, mereka merasa jembatan bergoyang dan ada yang bergeser di bawah mereka.“Oh, Tuhan,” Krista berteriak “jembatannya mau runtuh.”Wawan langsung tancap gas. Pada saat-saat terakhir jembatan mau runtuh, akhirnya Mobil bisa menyeberang dengan itu akhirnya runtuh ke dalam air di belakang mereka. Dewi keberuntungan masih berpihak ke menginjak rem, berusaha untuk menjaga mobil tidak keluar dari jalanan, dan masuk ke dalam lumpur. Setelah meluncur beberapa meter, mobil akhirnya berhenti hanya beberapa sentimeter dari bahu jalan yang duduk tak bergerak, tangannya berada di stir untuk beberapa saat. Akhirnya, ia memandang ke arah bundaya. Dia tampak pucat, duduk menatap keluar ke hujan deras. Akhirnya ia berpaling dan memandang ke arah Wawan dan tersenyum lemah.”Ya, Tuhan, nyaris…” bundaya mendesah.“iya nyaris Bun,” kata beberapa menit, tangannya sudah berhenti gemetar, wawan membuka pintu mobil. ia melangkah keluar ke hujan lebatsekali lagi, Bundanya juga melangkah keluar dari melangkah terhuyung-huyung kembali ke tempat yang tadinya jembatan itu berdiri yang sekarang telah rubuh.“Telat sedikit aja kita pasti jatuh Bunda, nyarus banget…” Kata satu pun dari mereka berbicara selama beberapa saat ketika mereka menatap ke arah sungai di bawah.“Oh, itu mobilnya ayah” tiba-tiba bundanya berseru.“Cepet telpon ayah.. bunda!!” teriak Wawan saat ia mulai melambaikan tangannya dengan panik, mencoba untuk membuat mereka berhenti sebelum mereka jatuh ke berbalik dan berlari menembus hujan menuju mobil. Membuka tasnya, dan langsung menelepon Tony.“Ayo, angkat dong ayah,” gumamnya, menatap ke arah mobil yang perlahan-lahan mendekati sungai.“Halo, ada apa mbak,” akhirnya dijawab Kania adiknya.“Awas Nia di depan jembatannya rubuh.”“Ya, Kita lihat Wawan melambaikan tangan.”Tidak seorang pun berbicara untuk beberapa saat karena mereka semua menyaksikan Wawan dengan letih dan lesu berjalan kembali ke mobilnya.”Nah, sekarang gimana Bunda?” ia bertanya, ketika sudah kembali di balik kemudi.“Bunda nggak tahu,” Krista bergumam, mencoba berpikir apa yang harus bahwa rombongan Tony tidak akan bisa menyeberangi sungai dalam waktu dekat. Mereka bisa berbalik dan kembali mencari tempat penginapan terdekat untuk bermalam. Meskipun Krista masih menyusui Marsya, ia telah menyiapkan cukup banyak susu formula sehingga tidak akan menjadi masalah untuk beberapa waktu ke mendiskusikan alternatif-alternatif dengan Tony selama beberapa menit. Akhirnya Tony setuju bahwa dia, Kania, dan Marsya akan kembali ke tempat penginapan terdekat dan bermalam di sana. Tony akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib istri dan anaknya terdampar disana. Dia akan memberi tahu istrinya apa rencananya untuk lalu menutup telepon, dia menjelaskan kepada Wawan apa yang mereka telah memandang ke kaca spion. Keduanya memperhatikan dengan cemas ketika Tony perlahan-lahan dengan hati-hati mundur. Sepertinya berjam-jam lamanya, namun akhirnya mobil ayahnya mundur ke jalan raya dan menghilang di hujan deras.“Yah kita berdua aja deh wan,” Krista menyeringai tegang.“Yah begitulah Bunda” jawab mereka berhenti di depan pondok dan keduanya duduk mengamati hujan yang turun di kap mobilnya. Perjalanan ke pondok rasanya lama sekali, Wawan cuma bisa memacu mobilnya kira-kira lima kilometer per tampaknya tambah lama tambah lebat.“Tetek Bunda sakit nih sakit Wan. “ “Maaf?” Wawan tersipu, tak percaya apa yang didengarnya.“Jangan kayak pemalu ah,” sergah Krista, “sudah hampir lima jam sejak Bunda netekin Marsya terakhir kali dan sekarang tetek bunda rasanya penuh dan sakit.”“BUNDA,” kata Wawan terbata-bata, Wajahnya memerah “malukan …!!!!”“Oke, Mr …” Krista tertawa lalu membuka pintu mobil, “ayo kita turunin barang-barang dari mobil.”Wawan melangkah keluar ke hujan, dengan wajah memerah. Dia tidak percaya apa yang bundanya katakan barusan. Lagi pula, itukan ibunya dan ia belum siap untuk sejenak, ia berdiri di tengah hujan lebat memikirkan payudara bundanya. membayangkan payudaranya, besar dan bengkak, penuh susu mengirim gairah tersendiri ke dalam pikirannya. Gemetar, iamelihat ke atas dan membiarkan basah dingin air hujan menerpa ke wajahnya, berharap hal itu akan mencuci pikiran kotor dari ia memandang dan melihat bundanya dengan tidak sabar berdiri di belakang mobil. Memalukan pikirnya, ia berlari dan membuka bagasi. Keduanya meraih sebanyak yang mereka bisa dan bergegas ke pondok. Dia menurunkan bawaannya di teras dan kembali ke mobil sementara bundanya membuka pintu tinggal di dalam sementara ia berjalan mondar-mandir bongkar muat mobil. Butuh waktu tiga puluh menit di bawah siraman hujan untuk menurunkan semua barang-barang yang mereka bawa, tetapi ia terus memikirkan apa yang dikatakan ibunya menata barang-barang serapi mungkin.“Nih tas Kamu Wan” Kata sang bunda sambil menyerahkan tasnya, “cepet ganti pakian yang kering sebelum nanti kamu masuk angin, terus kamu nyalain api unggunnya, sementara Bunda ganti baju”.Dia menendang lepas sepatunya yang berlumpur dan berjalan basah-basah ke dalam satu kamar mandi di pondok. Ia lalu melepaskan semua pakaiannya yang basah, rasanya seperti dia baru saja mandi air es. Memandang dirinya di cermin, pikirannya tiba-tiba kembali ke bundanya. Ia membayangkan Bundanya sedang pada diri sendiri karena memikirkan pikiran-pikiran seperti itu, ia mengeringkan rambutnya dan mengeluarkan sepasang celana pendek longgar dan sweter. Sebuah kombinasi yang aneh, pikirnya, tetapi setelah ia mendapat menyalakan api unggun, akan terasa betapa hangatnya pondok kecil itu hanya memiliki empat ruangan. Dua kamar tidur, kamar mandi dan sebuah kombinasi ruang tengah, dapur, ruang tamu. Perapian batu besar akan membuat seluruh pondok hangat dalam waktu kurang lebih satu jam, kalau dia tidak keluar dari kamar mandi, ia melihat bahwa bundanya sedang menunggu dengan sabar sampai ia selesai.“lama amat sih” kata bundanya dan melangkah dengan mantap menujukamar mandi. “Bunda pikir kamu pingsan di sana.”“Bunda kayak tikus kecebur got” Wawan tertawa ketika bundanya berjalan dengan rambutnya yang basah kutup bundanya masih terlihat cantik, pikirnya, saat dia mulai menyalakan api unggun. Wawan jadi tersipu-sipu saat memikirkan hal itu. Tubuhnya tampak seksi untuk wanita seusianya. Wawan punya banyak kesempatan untuk melihat tubuh bundanya selama liburan di Bali waktu itu ketika bundanya bermalas-malasan di tepi pantai dalam pakaian Wawan memarahi dirinya sendiri karena telah membayangkan ibunya seperti bisa mendengar suara pancuran bundanya ketika ia sedang berusaha untuk menyalakan api. Membayangkan tubuh bundanya, ia ingin menyelinap dan mengintipmelalui lubang kunci. Kembali ia mememarahi diri sendiri karena berpikir seperti ia dan ayahnya telah mempersipkan pasokan kayu untuk seminggu saat terakhir kali mereka di pondok. Api kecil akhirnya mulai menjilat di kayu dan tak lama kemudian api di depan api, ia menusuk-nusuk tumpukan kayu saat pikirannya kembali kepada bundanya. Ia mendengar teman-temannya ngomongin tentang wanita hamil dan wanita menyusui. Mereka mengatakan bahwa payudara wanita menyusui menjadi besar dan penuh susu dan sebagainya. Mereka bahkan mengatakan bahwa jika seorang wanita tidak punya bayi untuk mengisap payudaranya, mereka akan hari. Tersipu-sipu, ia segera berdiri danmulai merapikan ia meraih kemaluannya melalui celana untuk membetulkan posisinya itu, bundanya melangkah keluar dari kamar mandi. Dia mengenakan mandi jubah mandi warna pink dan mengeringkan rambutnya dengan handuk putih berpandangan selama beberapa saat. Kemudian, Wawan berpaling dan membetulkan posisi kemaluannya yang bengkak ke posisi yang lebih nyaman.“kamu baik-baik aja, sayang?” tanya bundanya, berjalan ke arahnya dengan kedua lengannya di atas kepalanya mengeringkan rambutnya.“Uh, Yeah, eh, baik bunda,” gumamnya, melihat ke arah Bundanya berjalan menyeberangi ruangan menuju ke arahnya ia tidak bisa mengontrol matanya memandangi payudara bundanya yang montok. Dalam keadaan bengkak, payudaranya tampak besar.“kamu yakin kamu baik-baik aja?” ia tersenyum padanya dengan pandangan bertanya pada wajahnya, “Muka kamu kok merah?”“Ya, eh, mungkin kena panasnya api unggun” ia bergumam,” Wawan terlalu dekat.”“Oh,” katanya, melangkah ke sampingnya dan menjatuhkan handuk ke tidak mengatakan apa-apa untuk beberapa saat ketika ia berdiri di samping wawan untuk menghangatkan tangannya. Wawan takut untuk bergerak dan berdiri menunggu dengan cemas. Saat ia menunggu, ia tidak bisa menahan diri untuk melirik kembali ke arah gundukana payudara bundanya di bawah baju mandi yang tebal dan bundanya tidak memakai apa-apa lagi di balik itu, ia bertanya-tanya dan merasakan penisnya berkedut lagi.”Minum anggur yuk wan biar badan kita hangat” Bundanya berkata.“Eh, tentu Bunda, ide bagus,”“Bunda belum ngucapin terima kasih ke kamu nih atas yang kamu lakuin tadi” katanya pelan, membungkuk dan memberinya ciuman lembut, penuh kasih di pipi. “kamu mungkin udah nyelamatin hidup kita.”Ah Bunda,” katanya merendah dan wajahnya memerah sekali lagi.“Sungguh,” ia tersenyum padanya, “kita mungkin akan jatuh ke sungai kalo kamu nggak bereaksi begitu cepat.”“Siapa pun akan melakukan hal yang sama,” katanya, berharap bundanya tidak akan melihat tonjolan di celana pendeknya saat ia bergegas ke menemukan beberapa botol anggur di lemari dan mengambil satu. Saat ia berjuang untuk membukanya, ia diam-diam melihat bundanya dari sudut matanya. Bundanya sedang membungkuk, membiarkan hangatnya api mengeringkan rambutnya yang hitam ikal sebahu. Jubahnya agak terbuka cukup untuk memberinya satu payudaranya yang bunda ngga pake apa-apa lagi di balik jubahnya, pikirnya. Dan penisnya mengeras lagi dan dia hampir menjatuhkan botol anggurnya.“Susah ya wan?” Bundanya bertanya dari seberang ruangan.“Eh, ngga, itu… gabusnya, eh, hanya sedikit keras,” dia bergumam.“Perlu bantuan, Sayang,” ia bertanya, sambil sedikit membungkuk sehingga jubahnya terbuka lebih lebar.“Eh, ngga Bunda” ia menelan ludah, berusaha untuk menjaga matanya terpaku pada besarnya kedua payudaranya dan membuka sumbat botol pada waktu yang bisa melihat hampir seluruh payudaranya yang putih dan besar sampai ke aerolanya. Berusaha untuk bisa melihat lebih, tapi tidak sampai bisa melihat putingnya.“Bunda udah haus nih Wan” kata Bundanya dari payudara Bundanya pun buyar, ia mendongak dan melihat bahwa Bundanya telah memergokinya. Dia tersipu malu ketika ia menyadari bahwa bundanya telah memergokinya tapi tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.“Kamu suka sama tetek bunda wan?” kata bundanya, akhirnya bundanya menutup jubahnya.“BUNDA,” sergah wawan, pikirannya dalam gejolak kebingungan.“Yah, tadi kamu ngeliatin kan?”Ia tidak bisa berbicara. Malu… ia tidak bisa menemukan kata-kata untuk mengungkapkan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi untuk beberapa saat. Tangannya gemetaran sekali, dia butuh waktu lama untuk mengisi gelas dengan anggur. Masih dengan muka memerah, perlahan-lahan kembali ke tempat bundanya dan memberikan segelas dengan gemetar.”Ngga apa-apa kok wan,” Krista tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya dan memegang tangan anaknya untuk menghentikan tidak tahu apa yang harus dia katakan atau lakukan. Krista akhirnya mengambil gelas anggur dari tangan anaknya yang tampaknya membeku. Dengan tersenyum hangat, Krista perlahan meneguk lalu meminum anggurnya, dan hampir mengosongkan gelasnya di tegukan pertama.“Wah, kamu haus sekali kayaknya ya wan” ia tertawa hangat.“Iya nih bunda” serunya sambil menghabiskan gelasnya yang kosong sebagai alasan untuk meninggalkan bundanya, sekali lagi, ia berjalan kembali ke rak mengisi gelasnya, ia menoleh dan melihat bahwa ibunya sedang duduk di sofa di depan perapian. Dia punya kaki yang indah, Bundanya tersenyum hangat padanya.”Ayo ke sini wan duduk samping Bunda” ia tersenyum padanya, sambil menepuk sofanya.“Eh, eh, oke bunda,” gumam Wawan, ia lalu tersandung dan hampir jatuh ketika ia berjalan ke arah bundanya.“Bawa sekalian botolnya wan,” lalu kembali dan mengmbil botolnya, menghampiri dan duduk di sofa di samping Bundanya. Udara dipenuhi dengan aroma segar sabun mandi mereka ketika mereka berdua duduk didepan perapian. Waktu berlalu perlahan ketika mereka mengobrol berdua sambil menghabiskan sebotol anggur.“Kamu mau tiduran di pangkuan Bunda wan, kayak kamu masih kecil dulu? “akhirnya krista bertanya kepada wawan.“Eh, eh, iya Bunda,” katanya, sambil menaruh gelasnya yang kosong di lantai, Wawan pun merebahkan kepalanya di lembutnya pangkuan Ibunda. Harum tubuh Bundanya yang habis mandi membawanya kembali kenangan indah masa kecilnya ketika ia berbaring memandangi wajah Bundanya. Dia melihat senyum Bundanya yang terasa hangat sambil perlahan-lahan jari lentiknya mengelus dalam aroma yang menyenangkan, wawan perlahan-lahan menutup matanya. Mendengarkan suara hujan membasahi jendela, ia jadi mengantuk. Rileks karena anggur, api, hujan dan aroba bundanya yang hampir memabukkan, Wawan pun perlahan-lahan hanyut dalam alam tidak tahu berapa lama ia telah tertidur, tetapi ia masih bisa mendengar bunyi rintik hujan ketika ia perlahan-lahan kembali terjaga. Tiba-tiba ia menyadari bahwa pipinya basah. Apa atapnya bocor ya? ia bertanya-tanya. Pantas lah bocor kalo hujannya sederas itu, pikirnya. Perlahan-lahan, ia membuka mata dane mendapati dirinya menatap bundanya yang bertelanjang ia melihat bahwa jubah ibunya entah bagaimana telah terbuka dan memamerkan payudaranya. Tidak percaya dengan yang dilihatnya, ia melihat puting susu bundanya telah menempel di pipinya. Lalu ia melihat tetesan kecil air susu keluar dari putingnya. Terpesona ia melihat aliran kecil air susu ibu meresap keluar puting bundanya dan mengalir melengkung ke bawah iayudara bundanya yang saja dia merasa kemaluannya membengkak keras ketika ia terngangga dengan penuh pesona. Wawan menjadi takut untuk bergerak. Akhirnya, ia mengalihkan pandangannya dari payudara bundanya dan melihat bahwa rupanya bundanya telah ketiduran juga. Bundanya ketiduran dengan pipi menempel di melihat kembali turun ke payudaranya, ia benar-benar terpesona dengan payudara bundanya. Sekarang dia begitu dekat dengan payudara bundanya, dia bahkan bisa melihat urat-urat biru rasanya ya mengisap putting susu bundanya, ia bertanya-tanya dalam hati. Tidak, ia tidak bisa melakukan itu, pikirnya. Itu sudah kelewatan. Apa yang akan Bundanya katakan kalau ia terbangun dan menemukan dia mengisap payudaranya? Dia mungkin akan membunuhnya. Menatap ke arah puting merah muda bundanya, ia tidak bisa menahan diri dari mulai menghadapkan kepalanya ke arah setetes susu bundanya jatuh menetes ke bibirnya, ia menjadi begitu bergairah, ia seperti mau ejakulasi. Dia belum pernah merasakan gairah seperti itu. Seluruh tubuhnya berdenyut-denyut seperti dialiri listrik ketika ia perlahan-lahan membuka mulutnya. Saat bibirnya membuka, puting bengkak bundanya menyelinap di antara sesaat, tidak terjadi apa-apa. Lalu ia melihat bundanya berkedip lalu membuka matanya. Takut atas apa yang akan dilakukan bundanya, ia berbaring diam sebisa mungkin. Kemudian tiba-tiba bundanya memandang ke arahnya. Wawan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Waktu seakan berhenti saat tatapan mata mereka bertemu untuk waktu yang bundanya menarik kepalanya ke arahnya membuat puting susunya masuk lebih jauh ke dalam mulutnya.“Boleh kok wan” bisiknya, menekan wajahnya ke payudaranya yang lembut. “Netek sama bunda… tetek bunda udah sakit banget penuh susu, kalo bunda netekin kamu mungkin sakitnya bisa ilang.”Wawan tertegun dan tidak melakukan apa pun untuk sesaat. Lalu tersadar bahwa bundanya ingin ia menetek padanya, perlahan-lahan wawan mulai mengisap puting bundanya yang keliatan membengkang. Hari itu Antok sudah sibuk mengurus kamarnya yang satu lagi. Dari pagi ia terus mengurus kamar itu sampai kemudian sudah layak digunakan. "Dias...", "oh iya om...", "udah selesai ini, kamu pindahin aja barang barang kamu ya...", "ooh iya om..." Segera Dias memindahkan barang barangnya itu. Akhirnya dias punya kamar sendiri. "gimana dias? seneng gak udah punya kamar sendiri?", "seneng om, makasih loh om...", "hehe iya... iya udah aku keluar dulu ya Dias... nanti kalau ada tamu kamu kasih seadanya aja ya...", "ooh iya om..." Antok ganti baju sebentar, setelah itu pergi keluar. Tampaknya Antok hendak mengurus kepentingan Dias. Dias meneruskan saja menata barang barangnya, juga memasukan pakaiannya ke dalam lemari. Tak lama memang ada seseorang mengetuk pintu depan, Dias segera menemuinya. "Permisi...wah...", "iya pak... silahkan masuk..." tanpa bertanya sudah disuruh masuk saja pria tamu itu. Dias mempersilahkan pria itu duduk diruang tamu. "wah... ini pasti Dias ya...", "iya pak betul...", "oh iya... saya RT daerah sini... tadi mas Antok yang suruh saya kesini", "ooh iya pak RT...", "ini Dias, ada... berkas sedikit yang perlu diisi, kan kamu mau tinggal disini sementara toh..", "oh iya pak, sebentar..." Dias pun segera mengisi berkas yang diberikan oleh pak RT. Pak RT geleng geleng saja, ia tak pernah tau kalau Antok punya saudara yang cantik dan begitu kali itu juga memakai tanktop dan celana pendeknya, yang membuat pak Rt makin senang melihat cewek itu. "Dias ini... saudaranya mas Antok ya...", "iya pak, saudara jauh gitu... gimana ya jelasinnya...", "ndak usah dijelasin deh Dias, lanjut aja itu ngisinya...", "hmm iya pak..." DIas pun lanjut mengisi berkas. Pak RT tak lupa untuk melihat buah dada besar milik Dias yang kini menggantung ditahan tanktop itu, karena memang Dias merunduk saat menulis. Pak RT jadinya membandingkan Dias dengan istrinya, ia ingat jelas buah dada istrinya baru sebesar itu setelah sudah punya anak. "sudah semua Dias?", "sudah ini pak", "hehe iya iya...", "oh maaf pak Rt, saya bikinin minum dulu ya...", "aduh gak usah repot repot Dias..." Dias pergi untuk mengambilkan minuman. Dias hanya menemukan air putih saja yang tersedia, kemudian ia baru ingat pagi pagi sekali tadi ia diminta untuk mengisi susu kedalam botol atas perintah Antok. Dias pun memeriksa botol berisi susu itu didalam kulkas, namun ternyata tinggal sedikit. Tentu dias kemudian memutuskan untuk mengambil gelas, lalu ia keluarkan toket besarnya dari tanktop, kemudian sibuk memerah buah dadanya itu untuk mendapatkan susu untuk mengisi gelas."bikin apa Dias?" Pak RT yang kepo itu jadinya pergi menemui Dias didapur. "eh...pak RT...ini..." Pak RT melotot melihat Dias yang sibuk memerah toket besarnya untuk mendapatkan air susu. "ooh... lagi sibuk itu toh...", "i...iya pak..." Dias jadi agak malu, pak RT berusaha bersikap biasa meski ia kini malah mendekati Dias. "istri saya dirumah juga biasanya begini kok...", "ooh gitu ya pak... jadi pak Rt udah biasa minum susu istrinya pak rt ya...", "iya... kan susunya perempuan sama semua..." Pak RT hanya ingin meyakinkan Dias agar tetap memerah toketnya. "hmm gitu ya pak... eh ini pak RT..." Gelas sudah terisi meski tak sampai penuh. "oh iya Dias...hm..." pak Rt menerima dengan senang hati, lalu ia minum susu digelas itu dengan segera, sampai habis, pak RT tak mengungkapkan kegembiraanya karena minum susu yang sangat enak itu. "mm...gimana pak...", "hmm... iya sama kayak susu biasanya...", "hmm... oh iya pak RT... itu..", "kenapa Dias?" Dias mengajak ngobrol pak RT, tapi cewek itu tidak menyimpan toketnya lagi kedalam tanktop, tentu membuat pria didepannya itu senang. "kata om Antok, saya disuruh usaha jual susu aja, tapi...", "wah bagus itu... disini kan jarang yang jualan susu...", "beneran itu pak?", "iya... tinggal Diasnya aja rutin sering sering siapin susunya aja... pasti juga banyak yang mau beli...", "hmm gitu ya pak... ahn...pak Rt..." pak Rt yang tertarik itu jadinya tangannya jadi nakal dan memegang buah dada besar milik Dias itu. "dada kamu juga lebih besar dari punya istri saya loh... pasti juga susunya bisa keluar banyak...", "mmh... iya sepertinya...ngh.. emang banyak sih pak...", "nah kan... Dias, boleh nggak aku minta susunya lagi?", "hmm.. boleh kok pak...aahn...ngh.." pak Rt setelah dipersilahkan tentu langsung mulutnya melesat menempel diputing susu Dias, diemut dan disedotnya dengan nikmat, senangnya pak RT bisa nyusu langsung dari sumbernya. "mmh...sluurp...ah..mm..." Dias bersender di meja dapur itu, karena ternyata pak RT jadi ganas, toket besar Dias digrayangi dan terus diremas, dua puting susu Dias juga bergantian dikecup dan disedot pak Rt. "mmh...ah...pak Rt...", "..sluurp...ah... iya dias...", "kira kira... saya jual susunya gimana ya pak...ngh...", "sluurp..ah... hmm gimana ya? mending ngobrol sambil duduk aja dulu yuk...", "ooh iya pak..." Dias diajak pindah keruang tengah, cewek itu diajak duduk santai diatas karpet. tapi meski sudah duduk pak RT masih sibuk menikmati toket besar Dias itu, tak lupa pak Rt mencopot tanktop dias juga. "ditaruh botol atau plastik juga bisa Dias..", "hmm... terus kalau... harganya pak...ngh..", "mmh... sluurp..mmh...aah... kalau harga dipikir nanti aja", "hmm gitu ya pak..ngh...ngh... pak RT..." pak Rt mengambil wadah lalu ditaruh didepan Dias, lalu ia kini memutuskan pergi kebelakang Dias, ia pegangi toket besar milik cewek itu. "Dias biasanya kalau merah susunya gini ya?", "ngh...ah... iya gitu... juga bisa pak..ngh...", "hmm... biasanya juga gini kalau lagi bantuin istriku..." Dias jadi mendengarkan pak rt terus dan membiarkan toketnya diperah, karena ia terbujuk kalimat pria itu. "hmm... pak rt... dirumah... biasanya...ahn...", "hehe... dirumah susunya juga buat anak anakku...", "ooh... ngh...ah...", "kan susu bagus buat anak anak, buat orang dewasa juga...hehe..." Pak Rt makin asyik saja, ia pijit toket besar Dias itu, dari pangkal sampai keujung diurut terus. Susu yang keluar dari puting kenyal Dias itu terus menetes mengisi wadah. "aah...nngh...nnh...", "Dias, coba agak nunduk deh...", "hmh... begini pak...", "iya, hehe..." Dias menurut dan merunduk, ia jadinya malah nungging juga. pak rt yang tak tahan lagi itu menyempatkan membuka celana untuk membiarkan penis tegaknya bersiap. "pak Rt...kok itu...mmgh...", "Dias tau enggak, bisa loh gak perlu kamu perah, susu kamu bisa keluar terus..." pak RT bicara sambil sibuk membuka celana pendek dias itu. "hmm, kayaknya aku pernah itu pak...", "nah pas gimana itu dias?", "itu kalau ndak salah waktu...aah...pak rt...itu..." Dias baru sadar ia sudah telanjang karena celananya dicopot pak rt, lalu juga ada sesuatu yang menempel dibibir vaginanya. "iya pas sambil begini kan Dias...ngh..ouh.." pak Rt segera saja mendorongkan penisnya itu, sleeb, masuk kedalam memek hangat Dias. "aah...aah...pak rt...jangan... itu...", "uuh... loh biar kamu tau... habis ini kamu gak perlu repot repot pasti susu kamu keluar terus...", "tapi...pak...aahn..." tadi memang baru masuk sedikit, namun pak rt segera mendorong batang tegaknya lebih dalam lagi, sleeb, Dias sampai mengerang saat memeknya kini benar benar sesak diisi penis pak Rt. "hehe..oh..mh... liat Dias...itu.." pak Rt kini menahan tubuh montok Dias, toket besar milik cewek itu dibiarkan menggantung. Dan benar saja kini puting susu menonjol milik Dias itu tak perlu lagi dipencet pencet atau disedot, karena susu mengalir keluar dengan intensif. "aah...ngh...ouh..." Dias tau benar memang kini susunya bisa mengalir menetes sendiri kedalam wadah, tapi Dias juga harus sibuk merasakan memeknya yang dientot pak RT. " biar gak muncrat kemana mana... dipegangin juga ini dada kamu...oh..." pak RT kini memegang toket besar Dias agar tak bergoyang terus, dan susu yang menetes bisa jatuh kewadah dan tak membasahi karpet. Entah berapa lama Dias harus menahan tubuhnya dirangsang oleh pak Rt itu, toket besar milik janda muda itu juga tak berhenti meneteskan susu."aahn...ah..mh...", "wah...dias...hehe..mh..." Pak Rt harus menarik keluar penisnya saat mendapati Dias klimaks dan cairan kewanitaan mengalir dari memek cewek itu. "nngh...ah...uuh.. ", "nah gimana dias.. tuh keluarnya banyak ya.." wadah itu sampai hampir penuh oleh susu. "ngh...iya pak RT...pak Rt... jangan...aku..mmgh..." pak Rt berpindah kini ada didepan dias, malah ia langsung medorong batang tegaknya kedalam mulut dias yang masih menungging itu. "wah... dari depan juga bisa loh dias... ayo kamu pegang dada kamu tuh..", "hghmm...mmgh..nngh..." Dias tak bisa bercakap, mulutnya penuh diisi penis pak RT. Dias menurut saja jadinya, ia pegang toket besarnya itu agar tak bergoyang hebat. Dias menutup matanya saja, ia lebih baik tak melihat apa yang terjadi, tinggal ia rasakan saja. memang kini pak Rt tak berhenti menggerakan penisnya maju mundur dimulut dias itu. DIas juga masih merasakan susunya menetes terus, memeknya juga meneteskan sisa sisa cairan kewanitaanya tadi. Pak Rt tak mau berhenti beraksi, sudah lama juga ia tidak ngeseks. "ngh...ooh... luar biasa memang Dias ya... auh... " pak Rt tampak sudah tak tahan, croot crot, mulut Dias diisi sperma dari penis pak Rt itu. "nngh...mmgh..mmh.." Pak RT menarik penisnya keluar, lalu kemudian ia pegangi tubuh Dias agar kembali duduk. "jangan dimuntahin dias... diminum aja..", "mmh..gleeg...mmh...uhuk...ngh...ahn.." DIas menelan sperma dimulutnya itu. "itu tadi... harus diminum... biar susunya Dias nanti makin banyak yang keluar, juga makin enak..hehe...", "mmh...ah...ngh...iya pak rt...uh..." Dias mengiyakan saja, mudah ia percaya pada pak RT, apa lagi karena kini pikirannya puyeng habis dientot oleh pak RT. Pak Rt membenahi pakaiannya, Dias juga pergi kekamar mandi mengurus tubuhnya, setelah itu ia sudah berpakaian lagi saat menemui pak RT diruang tamu. "Dias, aku bawa ya berkasnya, sama minta susunya juga ya..." DIas melihat pak rt sudah menyimpan susu didalam wadah plastik kecil. "ooh iya pak Rt...", "makasih ya Dias...hehe..." pak RT pulang dengan senang hati. Dias kemudian pergi untuk menyimpan susunya diwadah tadi kedalam botol. Setelah itu Dias harus mengurus karpet ruangt tengah yang basah dibeberapa sudut saja. "Dias...", "eh, om antok..." Antok tampak baru saja tiba...", "pak Rt tadi dari sini?", "iya... tadi habis...", "hmm? wah wah... pak rt ya..." Antok tak perlu diberitahu sudah faham, karena tampak Dias agak lemas, juga Antok bisa melihat botol yang sudah terisi susu banyak itu. "iya tadi pak RT bantuin mikir soal... jualan susu itu om...", "ooh gitu, gimana tadi?" Antok bertanya, meski hasilnya ia harus menahan tawa atas penjelasan Dias. "...gitu om, gimana ya?", "kalau gitu besok aku beli peralatannya deh buat nyimpan susunya ya...", "hmm iya om...", "nah itu banyak susunya di botol...", "iya ini om...", "kira kira... masih bisa keluar lagi gak Dias?", "gak tau ini om...", "hmm mending dicek lagi, ayo kekamar kamu ya...", "iya om Antok..." Dias kemudian diajak pergi kekamarnya. Antok meski pagi pagi sekali tadi sudah nyusu, kini ia mau lagi. meski awalnya Antok membantu Dias menuntaskan memerah susunya dihari itu, tak lupa Antok untuk mencicipi sebentar, juga tak lupa untuk ngeseks juga dengan saudara jauhnya setelah beberapa hari berlalu, akhirnya bisa mulai menjual susunya. Memang seperti susu pada umumnya ia jual dalam plastik. Antok biasanya menjualkannya kesekolah terdekat. "Dias...", "iya om Antok..." Dias muncul menemui Antok yang baru datang. "udah habis loh susunya..", "wah, beneran om?", "iya... diborong anak anak sekolah tadi", "syukur deh kalau begitu...", "nih uangnya...", "aduh... om Antok bawa aja deh...", "loh kan itu juga susu kamu Dias..", "iya gak papa kok om... kan yang lebih butuh om Antok...", "iya udah biar aku simpen ya uangnya...", "iya om...", "ini kamu lagi ngapain Dias?", "habis nyetok susu om, ini mau lanjut lagi...", "ooh iya udah ayo om bantuin..." Dias pun kembali memerah susunya untuk disiapkan dijual lagi nanti. Antok senang saja, sembari ia kerja, sesekali ia tinggal menjual susu dari Dias itu sebagai uang tambahan. Hari hari selanjutnya pun juga begitu, bahkan Antok melihat sepertinya peminat susu Dias makin banyak saja. Tapi Antok tak mau menambah stok, ia juga tak mau kehabisan susu segar Dias itu. "... kalau minggu libur aja dulu ya Dias...", "hmm iya udah om...", "aku keluar dulu ya DIas..." Antok kali itu pergi meninggalkan Dias. Dias kali itu bersantai saja dirumah. Dias kemudian baru sadar sepertinya buah dadanya itu jadi makin besar saja, ia pikir pasti air susunya bisa keluar lebih banyak lagi. Tak lama kemudian, terdengar pintu depan diketuk, Dias pergi untuk membukanya. "permisi...", "oh iya adek adek..." kali itu muncul beberapa bocah yang tampak kaget melihat Dias yang mempesona itu. "wah... permisi mbak... mau beli susu...", "hmm? beli susu?", "iya... kata om Antok kalau minggu gak jual jadi suruh kerumah ini gitu..." ,"ooh gitu ya... hmm masuk dulu aja dek..." Bocah bocah itu senang disuruh masuk kerumah. mereka duduk saja diruang tamu, menunggu Dias muncul lagi. Dias baru muncul membawa satu botol susu saja. "ini dek...", "oh iya mbak... cuma ini mbak ya?", "iya...", "ooh iya udah..." tanpa banyak ramai bocah bocah itu bergantian menghabiskan susu sebotol itu. Dias melihat saja, seperti bocah bocah itu memang suka sekali dengan susunya. "adek adek... kalian suka banget ya sama susunya?", "iya mbak... enak banget... gak kayak susu biasanya...", "hmm gitu ya...", "iya mbak... oh iya mbak namanya siapa?", "ooh aku Dias...", "ooh mbak Dias..." bocah bocah itu memang jadi semakin haus saja meski sudah meneguk susu, karena mereka melihat buah dada Dias yang begitu besar tersimpan dalam kaos. "hmm... kalian masih mau susu lagi?", "iya mbak... oi mana uang kalian..." bocah bocah itu kemudian mengeluarkan semua uang mereka dan ditaruh dimeja. "wah banyak sekali...", "iya mbak, kami pengen banget minum susu lagi...", "hmm... sini kedalam dulu...", "iya mbak..." mereka ikut saja keruang tengah bersama dias. mereka duduk dikarpet sambil berharap diberikan suguhan susu lagi, namun bocah bocah itu kaget karena mereka mendapat yang lebih istimewa, Dias tiba tiba sudah melepas kaosnya dan membiarkan toket besarnya terpampang didepan bocah bocah itu. "wah mbak Dias...", "bentar ya dek... soalnya susunya masih didalem ini belum dikeluarin..." tak percaya bocah bocah itu ternyata susu yang mereka suka berasal dari buah dada besar milik Dias. "oh dari situ ya mbak...", "iya hari ini belum dikeluarin..." Dias memegang toket besarnya itu, membuat bocah bocah didepanya merasakan tenggorokan mereka kering seketika. "wah... biar kami bantu keluarin mbak...", "ooh gitu...", "iya... gimana nih mbak...", "hmm... mending kalian langsung hisap aja dari sini yah..." Dias menunjuk kearah puting susunya, bocah bocah itu nafsunya meningkat seketika. "ooh iya mbak...umm..mmh.." sekejap melesat satu bocah mendekat lalu ia tempelkan mulutnya diputing kenyal Dias itu, "nngh..ah... ", "wah...umm... sluurpp... tinggal disedot aja kan mbak...", "iya tinggal disedot aja...uuh... kalian gantian aja yah...", "iya mbak..wah..." dua puting susu Dias kini sudah diemut bocah bocah itu. Pertama mereka agak kesulitan, pertama mereka jilat dan dikenyot kenyot, baru disedot dan keluar susunya, lalu bocah bocah itu sudah fasih saja cara nyedot susu langsung dari sumbernya. Dias senang senang saja melihat ia bisa menyusui bocah bocah itu, ia jadi ingat saat dulu menyusui bayinya. "mmh...sluuurp...mm...uhuk...ngh...", "pelan pelan aja dek minum susunya ya...ngh.." DIas kemudian merasakan susu membasahi tubuhnya itu, lalu ia memutuskan melepas celananya juga agar tidak basah. "wah...mbak Dias...", "kenapa dek..ahn..", "gak papa mbak... hmm..." Tau Dias sudah telanjang, bocah bocah itu malah ikutan melepas pakaian, terlihat penis penis kecil mereka sudah tegang. "mbak Dias... gak capek begitu... apa gak tiduran aja?", "hmm iya juga ya... bentar dek... kekamar dulu aja...", "wah iya bener mbak..." dengan senang hati bocah bocah itu ikut dias kekamarnya. sampai sana dias tiduran dikasur, langsung bocah bocah tadi menyusul, mereka tangkap toket besar Dias itu, mereka remas remas kuat, puting susu Dias juga sudah langsung disantap mulut mulut mereka, disedotnya susu yang keluar, sluurp... terus disedot bergantian. "hehe...hmm..." ada juga bocah yang kini sibuk mengelus tubuh montok Dias itu, bahkan ada yang sudah berani mengelus selangkangan Dias itu. "nngh...ah dek... itu..." Dias merasakan ada yang masuk kedalam lubang vaginanya, terasa seperti jari tangan, jadi ia biarkan saja, karena memang bila memeknya diganggu biasanya Dias bisa memproduksi susu lebih cepat dan lebih baik. "wah... uhh..." namun memang sebenarnya yang masuk kememek Dias itu adalah penis salah satu bocah itu. "hmm...ooh... kamu gak pengen... minum susu lagi?", "nanti aja mbak... ini lagi pengen masukin sini... boleh kan mbak...", "uuh iya gak papa...tapi jangan lama... gantian aja...aahn...", "iya mbak...wah..." bocah bocah itu jadi senang bisa juga bergantian mencoba memasukan penis mereka di memek hangat Dias itu. "sluurp...aah..mmh...aduh..uh..." Croot crot, ada yang sudah klimaks saja habis asyik nyusu terus, "nngh...dek itu...aahn..." Croot crot, memek Dias juga disemprot cairan dari penis bocah bocah itu. Dias tak mempermasalahkan hal itu, karena beberapa hari itu Dias juga membiarkan memeknya diisi sperma oleh Antok, dan antok mengatakan tidak apa apa karena Dias sudah dibelikan obat khusus. "m...maaf mbak... gak kuat...", "iya gak papa...ngh..auh.." Crot croot, disemprot lagi tubuh Dias dengan cairan lengket. bocah bocah itu cepat saja sudah klimaks, memang baru awal pertama aksi menikmati tubuh wanita. Setelah puas minum susu, bocah bocah itu juga lemas habis klimaks. "mbak Dias... makasih...", "kalian mau pulang?", "iya mbak...", "iya udah... tapi jangan kasih tau yang lainnya ya... nanti kalian gak dapet jatah susu pas hari minggu loh...", "hmm iya mbak Dias siap..." bocah bocah itu berpakaian lalu bergegas pulang. Dias sempat istirahat sebentar, lalu ia geleng geleng keheranan, bagaimana ia harus mengurus kamarnya yang basah semua itu. "Dias...", "iya om Antok?", "kamu habis ngapain?", "habis bersih bersih kamar...", "ooh, udah ayo makan dulu nih aku beliin dari luar", "ooh iya udah om..." saat Dias baru selesai mengurus kamar, Antok sudah kembali membawa makanan. Mereka segera makan bersama saja. "...tadi ada anak anak kesini om", "ooh, beli susu kamu?", "iya... sampe habis semua...", "wah... kalau gitu gak aku bolehin aja deh kalau minggu beli", "hmm iya, makasih om Antok", "iya Dias...hehe..." Dias masih akan melanjutkan hari harinya dirumah Antok berjualan susu WebCerita Bokep Indonesia – Cerita Bergambar Sedarah Nafsu Karena Lihat Puting Susu Ibuku Namaku Dio, umurku saat ini 16 tahun dan telah duduk dikelas 1 SMA. Aku. Web“klo kamu mau kamu boleh sambil peras-peras susu Mama”. tanpa pikir panjang aku mulai memeras susu Mama. “Ton, di ranjang yuk, klo sambil berdiri gini ga bebas ngulumnya”.. WebDia masih tertidur lelap saat aku menyentuh susunya. Ibu Lala sekarang tidur dengan tanktop putih yang sangat memperlihatkan susunya yg gede. Aku menyentuh lagi. WebCerita Sex – setelah sebelumnya ada kisah Gairah Seks Istri Teman Lamaku Yang Menggoda, kini ada cerita Anakku Minta Susu, Aku Nafsu Minta Dientot. selamat. Cerita Dewasa Susu Ibu, GENJOOD IBU MUDA YANG SEDANG MENYUSUI BIAR ASINYA LANCAR KISAH NYATA, MB, 1124, 18,158, Langit Cerita, 2022-02-20T1300 3, 15 Susu Ibu Menyusui untuk Penuhi Nutrisi Saat Menyusui Updaetd 2022, 1000 x 1000, jpeg, susu menyusui nutrisi kebutuhan memenuhi bukalapak selama, 20, cerita-dewasa-susu-ibu, KAMPION Webudah ketinggalan jaman dan ibu pengen bikin mini market di depan lagian jugakan ibu sekarang sendiri jadi gak butuh kamar banyak “mandi udah makan juga udah kamu. WebDias pergi untuk mengambilkan minuman. Dias hanya menemukan air putih saja yang tersedia, kemudian ia baru ingat pagi pagi sekali tadi ia diminta untuk mengisi susu. WebPuting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku. Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak. WebNih guys kali ini akan mengulas tentang Cerita Dewasa Sensasi Ngentot Dengan Ibu Guru Di Depan Kelas, yang tak kalah serunya dengan kumpulan cerita-cerita. Web“buu..coba ibu menungging sambil berpegangan di bak mandi dan kaki ibu diangkat satu diatas closet” perintahku dan ibu menurutinya. Dengan posisi nungging kumasukkan. WebCerita Bokep - Ngaceng, Tante Linda Ganas dan Haus Sex Mataku sungguh susah untuk memejamkam amta karena masih terbayang tubuh mba Linda yang seksi dan amoy. WebCerita Dewasa Dengan Wanita Berkerudung. Aku tinggal di rumah kost2 an istilahnya rumah berdempet2an neh ada tetanggaku yg bernama Ibu Kinah, berjilbab umurnya. Webbocah sd itu senang sekali, kini tangan mungilnya mencoba memegang toket besar Efni itu, ia elus sebisanya karena ia tak mampu memegang toket besar itu seluruhnya. puting. WebCerita Sex – Ibu Rumah Tangga Ketagihan Selingkuh, Aku tinggal di kompleks perumahan elit di Yogyakarta. Suamiku termasuk orang yang selalu sibuk. Sebagai Pegawai Negeri. Berita GENJOOD IBU MUDA YANG SEDANG MENYUSUI BIAR ASINYA LANCAR KISAH NYATA sedang viral Source CERITA DEWASA ANAK ANGKAT SANDRA DIAM2 JUGA PENGEN NNEN Source tentang Cerita Dewasa Susu Ibu terkiniYang penasaran asal ceritanya, tonton part 1 lalu tonton juga part 2 - Kisah seorang cowok yang bertemu dengan ibu muda yang sedang menyusui, ibu muda itu punya masalah karena asinya tidak lancar, ap yang dilakukan laki laki itu? tonton sampai akhir"Makasih ya, aku duluan ke rumah, kasian si dede nungguin" Susan berkemas dan hendak turun " Tidak kasihan sama aku!" "Ini siksaan namanya kalau ngegantung begini" Gue memegang tangan Susan melarangnya turun dulu, gue sudah sangat 'tinggi' masa ditinggal begitu sajaSusan menoleh dengan senyum paham, dia pun mengangguk sambil pindah ke bangku tengah, mungkin biar lebih luas dan leluasa saat eksekusi kemolekannyaDi remang malam, disudut komplek dekat rumahnya Susan, kembali kita mengulang kejadian waktu itu, Susan memberikan perlawanan, dia memang masih kesepian ADS HERE !!!

cerita dewasa susu ibu